
JATI AGUNG- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menyanangkan Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, sebagai Desa Tapis (kesejahteraan keluarga untuk Lampung Maju Indonesia Emas), Kamis (16/10/2025).
Pencanangan itu menjadi bagian upaya pembinaan berkelanjutan TP PKK Lampung dalam meningkatkan sejahtera keluarga, pemberdayaan perempuan, dan ketahanan pangan berbasis desa.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar menilai, program Desa Tapis menjadi simbol kolaborasi nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat keluarga.
“Program Desa Tapis ini menjadi wujud sinergi meningkatkan sejahtera masyarakat, mulai dari desa,” ujar Syaiful.
Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan, Reni Apriyani, menegaskan, gerakan PKK merupakan kekuatan sosial yang mengakar hingga ke tingkat keluarga.
“Hari ini kita tak hanya menerima kunjungan kerja, tapi menyaksikan gerakan nyata membangun desa berarti membangun manusia dan keluarga. PKK ialah simbol gotong royong dan kepedulian sosial,” ucap Reni.
Rejomulyo, lanjut ia, menjadi contoh sinergi lintas sektor antara PKK, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan dunia pendidikan yang berorientasi sejahtera masyarakat secara berkelanjutan.
“Semoga Desa Tapis dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Lampung Selatan,” harapnya.
Bantuan Stimulus
Ketua TP PKK Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menjelaskan Desa Tapis merupakan program pembinaan terpadu yang berfokus memberdayakan keluarga, meningkatkan ekonomi perempuan, dan ketahanan pangan lokal.
Sebagai bentuk dukungan, TP PKK Lampung juga menyerahkan bantuan stimulus, antara lain Modul Posyandu dan susu untuk mencegah stunting.
Lalu, bantuan paket sembako, kursi roda, dan alat bantu dengar bagi lansia dan penyandang disabilitas, mesin jahit untuk kelompok Usaha Ekonomi Perempuan serta pelatihan bagi perempuan kepala keluarga.
Selain itu, juga bantuan bibit cabai untuk mendukung program Hatinya PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman).
“Kami hadir bukan sekadar menjalankan program, melainkan bentuk nyata dukungan terhadap memberdayakan keluarga dan meningkatkan sejahtera masyarakat desa,” ujarnya. (kmf)